Pada masa Rasulullah ﷺ, terdapat seorang sahabat bernama Abdullah bin Hudzafah As-Sahmi. Ia dikenal sebagai sahabat yang tegas, pemberani, dan memiliki kepatuhan penuh kepada Allah serta Rasul-Nya.
Utusan Rasulullah kepada Kisra
Suatu ketika, Rasulullah ﷺ mengutus Abdullah bin Hudzafah untuk menyampaikan surat dakwah Islam kepada Raja Persia, Kisra (Khosrow II). Dalam surat itu, Rasulullah ﷺ menyeru Kisra agar memeluk Islam. Abdullah dengan penuh keberanian menghadap istana Kisra dan menyampaikan surat tersebut tanpa rasa gentar, meskipun ia tahu nyawanya terancam.
Tawanan di Romawi
Pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, Abdullah bersama beberapa sahabat ikut dalam ekspedisi perang melawan Romawi. Dalam peperangan itu, ia tertawan oleh tentara Romawi dan dibawa ke hadapan Kaisar Romawi.
Kaisar pun marah. Ia lalu menyiksa Abdullah dengan cara mengikatnya dan mendekatkannya ke periuk besar berisi minyak mendidih. Beberapa tawanan lain dilemparkan ke dalamnya hingga tubuh mereka hancur lebur. Abdullah menatap kejadian itu dengan tenang, meski hatinya bergetar.
Kaisar pun terdiam mendengar keteguhan imannya.
Ujian Penciuman
Tidak berhenti sampai di situ, Kaisar menguji lagi Abdullah dengan cara lain. Ia memasukkan Abdullah ke dalam penjara, menaruh makanan lezat dan arak di depannya. Abdullah tidak menyentuhnya sama sekali. Ia bertahan dengan lapar hanya demi menjaga ketaatan.
Perlakuan Kaisar
Ia pun mencium kepala Kaisar, dan benar, seluruh tawanan Muslim dibebaskan.
Balik ke Madinah
Lalu Umar pun maju dan mencium kepala Abdullah. Maka para sahabat lainnya mengikuti.
Referensi
-
Ibnu Katsir – Al-Bidāyah wa an-Nihāyah, jilid 7, hal. 98–101
→ Ibnu Katsir meriwayatkan kisah Abdullah saat ditawan Romawi dan bagaimana ia mencium kepala Kaisar untuk membebaskan tawanan Muslim. -
Ibnu Hajar al-‘Asqalani – Al-Iṣābah fī Tamyīz al-Ṣaḥābah, jilid 4, hal. 66–67
→ Menyebutkan biografi Abdullah bin Hudzafah, termasuk peristiwa utusannya kepada Kisra dan penawanan di Romawi. -
Imam adh-Dzahabi – Siyar A‘lām an-Nubalā’, jilid 2, hal. 14–20
→ Adh-Dzahabi menuliskan detail kisahnya dengan keterangan sanad. -
Abu Nu‘aim al-Ashbahani – Ma‘rifat ash-Ṣaḥābah, no. 4268
→ Mencatat riwayat kisah Abdullah dengan berbagai jalur. -
Al-Baghawi – Mu‘jam ash-Ṣaḥābah, jilid 4, hal. 96–97
→ Mencatat peristiwa utusan kepada Kisra.

Komentar
Posting Komentar